2. Mudah Budidaya Ikan Koi untuk Pemula

15 Desember 2020 - Kategori Blog
Mudah Budidaya Ikan Koi untuk Pemula
Mudah Budidaya Ikan Koi untuk Pemula

Ikan Koi mulai dikenal luas oleh masyarakat karena orang orang Jepang yang senang memeliharanya dan menjualnya ke berbagai negara. Hal ini dikarenakan, tidak hanya sebagai symbol dari persahabatan yang abadi dan cinta yang sangat tulus, masyarakat Jepang sendiri juga percaya bahwa jenis ikan ini dapat mendatangkan keberuntungan atau hokky.

Untuk di negara kita sendiri budidaya ikan koi mulai banyak diminati sedari tahun 1960, pada saat itu ketika Presiden Soekarno dihadiahi ikan koi oleh pemimpin dari Cina pada masa itu, dan kemudian ikan koi tersebut beliau berikan kepada para pembudidaya ikan yang terletak di Batu, Jawa Timur, untuk dikembangbiakan. Jadi, benih inilah yang sekaligus menjadi asal mula masyarakat lokal budidaya ikan koi yang berkembang pesat sampai saat ini

Meskipun kualitas dari ikan koi lokal masih dipandang sebelah mata, tak bisa dipungkiri bahwa budidaya ikan koi ini sendiri terus berkembang secara pesat dan signifikan dari tahun ke tahun. Bagi anda yang ingin memulai bisnis, bisnis budidaya ikan koi ini bisa dijadikan sebagai peluang.

Ditambah lagi dengan kehadiran dari ikan koi import yang datang membuat ternak ikan koi lokal semakin bersaing dalam segi harga. Tidak hanya peluang yang sangat baik, bisnis ternak ikan koi ini juga sangat mudah dipraktekan, terutama untuk para pemula. Bagi yang ingin memulai bisnis berbudidaya ikan koi tetapi tidak tahu bagaimana cara memulainya, tak perlu risau.

Kali ini admin akan membahas lengkap tentang langkah budidaya ikan koi untuk pemula.

Langkah yang pertama :

  1. Memilih Indukan Berkualitas

Indukan sangat memiliki peran yang penting di dalam budidaya ikan koi. Perlu diketahui bahwa indukan ikan koi yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik pula.

Biasanya, para pecinta ikan koi ini tidak memiliki waktu untuk mengawinkan ikan koi miliknya, padahal perkawinan jelas akan menjaga ikan koi agar tetap sehat. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan oleh kamu sebagai budidaya ternak ikan koi untuk menjalin kerjasama. Para pecinta ikan koi akan diuntungkan karena ikannya dapat dikawinkan, sedangkan para budidaya ternak ikan koi akan merasa senang karena berhasil mendapatkan indukan ikan yang berkualitas.

Memang, bagaimana sih caranya membedakan ikan koi yang sehat dan yang tidak? Ikan koi sehat harus memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:

  • Umur sudah mencapai lebih dari 2 tahun
  • Jenis ikan yang dipelihara sama atau mendekati, misalkan kohaku dengan kohaku
  • Memiliki bentuk tubuh ideal dan memiliki lekukan yang apabila dilihat dari atas, mirip dengan torpedo
  • Gaya berenang yang cukup tenang dan seimbang (tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)
  • Memiliki warna yang cemerlang dan kontras
  • Gerakannya gesit atau tidak banyak diam di dasar kolam
  • Indukan jantan dan betina telah sama-sama matang untuk dikawinkan

Perlu diketahui bahwa indukan betina dan jantan sebaiknya dipelihara di kolam yang berbeda agar ketika telah waktunya dikawinkan, indukan tidak perlu mengalami pemberokan atau puasa untuk dikawinkan lagi. Umumnya, pemeliharaan kolam indukan sama dengan pemeliharaan kolam pembesaran.

  1. Pembuatan Kolam Dengan Terpal

Budidaya ikan koi ataupun budidaya ikan apapun tentu tidak akan bisa berjalan tanpa adanya kolam tempat ikan, yang dapat menampung ikan-ikan tersebut. Banyak berbagai jenis kolam ikan yang bisa di gunakan, seperti kolam tanah, kolam terpal, kolam beton dan masih banyak lagi. Namun, untuk budidaya ikan koi sendiri, berhubung jenis ikan satu ini cukup mudah untuk dirawat, bahkan bisa merawatnya di aquarium.

Agar hasil lebih maksimal, sebaiknya menggunakan kolam terpal dengan sinar matahari yang cukup serta memiliki saluran air yang terjaga. dan pada saluran air juga dipasangkan saringan halus agar anakan ikan koi tidak ikut hanyut bersamaan dengan air yang keluar.

Idealnya, kolam terpal untuk budidaya ikan koi memiliki ukuran setidaknya lebar 2 meter dengan panjang 4 meter dengan kedalaman 80 cm dan ketinggian air 40 cm. Tidak hanya itu, sebaiknya kolam yang sudah dibuat dibiarkan benar-benar kering terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum diisi air, agar kolam terhindari dari bahan-bahan kimia yang terdapat di kolam ( bekas pembuatan ).

Setelah benar benar kering, barulah air bisa dimasukan. Bahkan, air tersebut juga harus diendapkan dulu kurang lebih selama 24 jam sebelum mulai memasukan indukan koi. Jangan lupa untuk menyediakan kakaban yang bisa dijadikan sebagai wadah untuk meletakan telur-telur ikan koi.

  1. Tahapan Pemijahan

Untuk meminimalisir kegagalan, kamu sebaiknya menyediakan pejantan lebih dari satu, untuk menghindari salah satu penjantan dalam kondisi yang tidak sehat. Setidaknya, sediakanlah indukan jantan sebanyak 3 hingga 5 ekor. Setelah seluruh persiapan telah selesai, maka waktunya untuk memasukan induk betina ke dalam kolam pemijahan terlebih dahulu kurang lebih sekitar jam 4 sore.

Kemudian setelah menunggu 3 – 5 jam, barulah mulai memasukan induk jantan ke dalam kolam. Prosesi pemijahan itu sendiri biasanya akan berlangsung pada tengah malam. Di dalam prosesi pemijahan di budidaya ternak ikan koi, indukan betina akan mengelilingi kolam sedangkan sang jantan akan mengikuti di belakang dengan sesekali menempelkan badannya pada betina. Proses pertama, betina akan mengeluarkan telur yang diikuti dengan pejantan yang mengeluarkan sperma. Biasanya, telur yang telah dibuahi akan menempel pada kakaban atau tanaman air dan perkawinan selesai pada pagi hari

  1. Jaga Kualitas Air

Ketika melakukan budidaya ikan ini, jagalah kondisi kolam tetap dalam keadaan bersih agar ikan koi yang tetap sehat. Dan jangan lupa untuk selalu memperhatikan suhu dan tingkat kekeruhan air. Jangan sampai air ikan koi menjadi keruh karena hal tersebut akan membuat ikan koi menjadi tidak sehat.

Walaupun sudah memakai filter pada kolam, tidak menutup kemungkinan air kolam menjadi keruh karena kotoran yang dikeluarkan oleh ikan-ikan tersebut. Maka, untuk menjaga kualitas air di dalam kondisi yang baik, ada baiknya untuk mengganti air kolam sekitar 10% setidaknya seminggu sekali.

Jangan pernah mengganti air kolam secara keseluruhan karena ikan akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Dan perhatikan juga kadar keasaman air

  1. Jumlah Ikan di dalam Kolam harus dibatasi

Ikan koi membutuhkan ruang gerak yang cukup lega atau lebar agar dapat tumbuh menjadi besar dengan cepat. Maka dari itu, jumlah ikan koi yang berlebihan akan dapat menghambat pertumbuhan ikan tersebut. Harus memperhatikan juga jumlah ikan yang dimiliki dengan besaran kolam yang ada.

Tambah wawasan dengan membaca juga artikel kami bawah ini :
1. Budidaya Koi di Kolam Terpal Bali

2. Potensi Budidaya Ikan lele Jangka Panjang

3. Bahan Kolam Terpal Terbaik Untuk Budidaya Ikan

4. 100% Keunggulan Menggunakan Kolam Terpal Bundar

5. Cara Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam Terpal

Customer Service :

– 08563179890 ( cs1 )
– 082143578739 ( cs2 )

, , , ,