5 Metode Mengatasi Hama Bagi Tumbuhan Kacang Panjang

04 Juli 2018 - Kategori Blog

5 Metode Mengatasi Hama Bagi Tumbuhan Kacang Panjang

Budidaya kacang panjang pula jadi jaminan banyak pekebun Indonesia buat bercocok tanam di periode penghujan pula juga sebagai tumpang saru dengan jagung ataupun dengan tumbuhan lainnya.

Perawatan yang gampang juga anggaran tanam yang irit menjadi argumen penting para pekebun lebih pilih buat menanam kacang panjang meskipun harganya sendiri tergolong amat murah. Namun anda tidak butuh bimbang bakal serangan antraknosa seperti halnya bagi tumbuhan cabe atau holtikultura yang lain dikarenakan kacang panjang bersimpati pada antraknosa.

meskipun demikian kita tahu bahwa yang namanya tumbuhan tentu mempunyai hamanya sendiri. demikian pula dengan tumbuhan kacang panjang yang mempunyai beragam hama. Maka semenjak itu untuk artikel kali ini saya dapat menuliskan mengenai metode mengalahkan hama pada tumbuhan kacang panjang. Harapannya dengan mengerti metode mengatasi hama buat tumbuhan kacang panjang maka anda dapat menekan angka kerugian akibat serangan hama pengganggu.

1. Tumbuhan Kacang Panjang

tumbuhan kacang panjang adalah tumbuhan menjalar yang masuk dalam kelompok kacang-kacangan. sama seperti watak tumbuhan kacang yang lain ialah mempunyai akar yang bersimbiosis dengan mikroba Rhizobium yang membentuk bercak akar juga mengikat nitrogen bebas dan mencegahnya menguap.

factor ini dapet menggemukkan tanah sehingga dalam banyak faktor tumbuhan tipe kacang-kacangan sering ditumpangsarikan dengan tumbuhan lain dikarenakan dapat menggemukkan tanah

Ada beraneka ragam jenis hama tumbuhan kacang panjang terutam berasal type serangga. jikalau populasi hama ini melampaui ambang batas wajar maka telah pasti bakal menurunkan produktifitas tumbuhan kacang panjang. untuk itu utama supaya kita tahu metode mengalahkan hama tumbuhan kacang panjang.

2. Hama Ulat Polong

yang jadi hama utama tumbuhan kacang oanjang yaitu ulat dan ulat polong yaitu salah satunya. Nama lain berasal ulat polong yakni hama penggerek polong. nyaris setiap type tumbuhan berpolong bakal diserangnya, tidak tidak hanya tumbuhan kacang panjang. pertanda serangannya merupakan munculnya selaput putih menutupi polong kacang panjang dan jika polong dikupas maka didalamnya terdapat ulat ini.

metode mengalahkan hama tumbuhan kacang panjang yang satu ini yaitu dengan memakai insektisida. Ada baiknya anda tak memanfaatkan insektisida umum kontak dikarenakan cuma dapat berpengaruh sebentar. Gunakanlah insektisida sistemik atau translaminar seperti insektisida berbahan aktif imadikoplorid.

laksanakan penyemprotan untuk senja hari di bawah ( pukul 15.30 atau pagi hari jarak jam 7-9. jikalau terlampaui pagi pula ada air embun yang dapat menghancurkan unsur insektisida melainkan jikalau terlampaui siang maka stomata dapat menutup menyusahkan penyerapan insektisida sistemik dan insektisida dapat langsung menguap begitu saja.

3. Hama Ulat Grayak

nyaris seluruh tumbuhan palawija dapat menderita oleh hama ulat grayak ini. Ulat grayak amat gampang dikenali asal fisiknya yang besar dan tidak berbulu. umumnya bercorak hijau cerah namun ada pula yang bermotif coklat ataupun warna yang lain yang cocok dengan zona persembunyiannya

Ulat grayak lebih sibuk dimalam dan pagi hari waktu mentari belum terlampaui panas. lantaran kulitnya yang tidak berbulu menjadikannya tidak kuat dapat paparan terik surya tengah hari. menjadi dia lebih senang sembunyi direrumputan disiang hari.

Ulat ini melahap daun muda ataupun kulit buah maka tidak sedikit buah jadi cacat akibat serangan hama ulat ini. guna menghalangi serangan hama ulat grayak maka anda mesti sering melaksanakan penyiangan di areal tanam supaya meminimalisir tempat persembunyian ulat grayak.

meskipun metode mengalahkan hama tumbuhan kacang panjang berbentuk ulat grayak ialah dengan memanfaatkan insektisida kontak dari beragam kategori bahan aktif seperti sipermetrin, deltametrin, karbofuran dan lain-lain.

Penyemprotan pada hama ulat sebaiknya dilakukan di senja hari menjelang petang biar tepat sasaran. Penyemprotan di siang hari bakal mengurangi efektifitas insektisida kontak tersebut.

4. Hama Ulat Jengkal

Ini pula yakni salah satu hama yang tidak jarang menyosor tumbuhan kacang panjang. Serangan hama ulat jengkal bisa tampak pada daun yang habis dan cuma menyisihkan tulang tengahnya saja. terlebih buah yang lagi muda pula tidak luput dari serangan hama ulat jengkal ini. untuk masalah yang juga dalam jenis wajar maka ini tidak dapat terlampaui merugikan namun jikalau berlangsung serangan besar-besaran maka dapat memunculkan kerugian yang lumayan besar.

metode mengalahkan hama tumbuhan kacang panjang berbentuk ulat jengkal ini maka anda mampu memakai insektisida kontak yang sama dengan insektisida pada ulat grayak dan ketika penyemprotannya masih sama. supaya lebih efektif pastinya sanggup anda kombinasikan dengan memanfaatkan insektisida sistemik berbahan basic imadikoplorid.

5. Hama Kutu Daun

Hama kutu daun terhadap tumbuhan kacang panjang menyosor paling garang di periode kemarau di mana perkembngbiakan hama ini memang lah lumayan pesat di disaat kemarau.

Hama kutu daun mempunyai banyak type seperti aphids, thrips dan kutu kebul. Namun seluruh mempunyai tradisi yang sama yaitu menghisap air dari pucuk daun dan tunas muda tumbuhan. Efeknya yaitu perkembangan sel tumbuhan jadi usang dan menghasilkan daun berkerut juga menggulung.

untuk tumbuhan kacang panjang faktor ini bakal amat mengganggu perkembangan tumbuhan maka butuh dilakukan upaya penangkalan sebisa mungkin.

Caranya yaitu waktu tumbuhan telah mulai menjalar ke ajir maka anda dapat menyemprotkan insektisida sistemik berbahan aktif imadikoplorid tiap-tiap 10 hari sekali. apabila telah berlangsung serangan maka pakai insektisida kontak berbahan aktif abamektin, dimetoat atau metomil yang dikombinasikan dengan imadikoplorid.

Mekanisme Pencampuran Pestisida (Insektisida, Fungisida, Herbisida)

Petani kita sering sekali mencampur pestisida tanpa mereka ketahui apakah dapat berfungsi dengan baik atau ada efek sampingannya, sehingga sering sekali di temui hasil penyemprotan tidak maksimal bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Percampuran pestisida memang tidak di larang untuk di lakukan, namun jika tidak mengetahuinya maka hasil yang di dapat nihil dan nol besar.

Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya kita baca baik-baik mekanisme pencampuran pestisida baik itu jenis insektisida, herbisida maupun fungisida.

1. Hati-hati mencampur pestisida bersifat asam dan basa
Pestisida ternyata tidak selalu boleh saling dicampur. Kalau pestisida yang tidak boleh dicampur itu dipaksa dicampur juga, hasilnya tidak sehebat pestisida asli sebelum dicampur.

Daya bunuh masing-masing pestisida menurun, malahan bisa hilang sama sekali. Itu karena terjadi “reaksi” antar bahan aktif dari msing-masing pestisida, sampai terbentuk senyawaan baru yang tidak beracun lagi.

Sayangnya, tidak ada petunjuk khusus yang menerangkan, apakah dua pestisida bisa dicampur dalam pemakaian atau tidak. Pada tiap kemasan pestisida, paling hanya tercantum tulisan “Pestisida ini boleh dicampur dengan pestisida lain yang tidak bersifat basa”. Petunjuk itu ternyata masih mengandung tanya.

Soalnya, pada tiap kemasan pestisida memang tidak pernah tercantum petunjuk, apakah pestisida itu bersifat basa atau tidak. Tapi, kalau hanya untuk mengetahui apakah suatu pestisida bersifat basa atau tidak, caranya tidaklah sulit.

Kita bisa mengetesnya dengan pH meter atau kertas lakmus. Sebelum dites, pesisida yang berbentuk bubuk mesti kita larutkan dulu dalam air. Ambil 1 sendok teh bubuk pestisida, larutkan dalam 1 gelas air bersih.

Pestisida yang berbentuk cair tidak perlu dilarutkan dalam air. Alat pH meter atau kertas lakmus lalu kita celupkan ke dalam larutan/ cairan pestisida. Dari jarum petunjuk pH meter, kita akan langsung tahu pH dari pestisida.

Kalau jarumnya menunjuk angka di bawah 7, misalnya angka 6, 5 dan 4, berarti pestisidanya tidak basa. Sebaliknya kalau jarum itu menunjuk angka di atas 7, misalnya 8, 9 dan 10, pestisida itu bersifat basa.

Kalau alat pengetesnya berupa kertas lakmus, untuk mengetahui pH pestisida, kita mesti mencocokkan warna lakmus setelah dicelup dengan “warna kunci” yang menyatakan angka pH.

2. Lihat menurut golongannnya yang tidak boleh dicampur
Piretroid dengan piretroid — Hindari
Piretroid dengan karbamat — Sedikit dianjurkan
Karbamat dengan Karbamat — Hindari
Karbamat dengan Organofosfat — Sedikit dianjurkan
Karbamat dengan Nikotinoid — Sedikit dianjurkan
Karbamat dengan Pirazol — Sedikit dianjurkan
Organofosfat dengan organofosfat — Sedikit dianjurkan
Nikotinoid dengan nikotinoid — Hindari
Pirazol dengan pirazol — Hindari

Contoh golongan Piretroid : Salah satu anggota generasi pertama adalah Allethrin. Generasi ke dua adalah Resmethrin. Generasi ke tiga adalah Fenvalerate dan Permethrin. Generasi ke empat adalah cypermethrin, fluvalinat dan Deltamethrin dan lain-lain.

Contoh golongan Karbamat : Aldikarb, Metiokarb, Metomil, Propoxur, dan lain-lain.

Contoh golongan Organofosfat : TEPP, Malathion, Dimetoat, Dikrotofos, Mitamidofos, Asefat, Metil Parathion, Paration, Fention, Fonofos, Klorpirifos, Fention, Temephos, metidation dan lain-lain.

Contoh golongan Nikotinoid : Tiakloprid, Tiametoksam Insektisida Triazol.. Contoh golongan Pirazol : Fenpiroksimat Akarisida, Fipronil Insektisida Fenil.

3. Sama Sifat
Pencampuran pestisida tidak diperbolehkan bila sama-sama insektisida kontak atau sama-sama sistemik, sama-sama fungisida kontak atau sama-sama sistemik. Jika kita mencampur insektisida kontak dan sistemik juga boleh. Apalagi jika kita mencampur antara insektisida dengan fungisida, itu jelas boleh sekali.

4. Air Keruh (Butek)
Hindari air yang keruh sebagai pencampur pestisida Air yang keruh akan mengurangi daya basmi pestisida tersebut.

5. Campur Pupuk Daun
Sebahagian besar Pupuk Daun akan melemahkan pestisida terutama yang mengandung kadar Nitrogen tinggi.

6. Dicampur Pupuk kimia dan Organik
Pestisida kimia tidak boleh dicampur dalam penggunaannya dengan pupuk organik, karena pupuk biologi itu akan menjadi tidak berfungsi.

7. Hindari penyemprotan pada saat terik dan malam hari.
Apabila melakukan penyemprotan pestisida maka dilakukan pada Pukul 06.00 – 09.00 pagi atau 16.00 – 18.00 sore.

Hindari penyemprotan pada saat matahari terik dan malam hari. Karena pada saat matahari terik dan malam hari mulut daun akan tertutup. semoga bermanfaat.

Demikianlah beberapa hama utama tumbuhan kacang panjang. walaupun sedang ada hama yang yang lain namun intensitas serangannya rata-rata tidak sedahsyat hama yang kami kumpulkan di atas. sesudah membaca artikel ini pastinya anda tidak butuh panik lagi bila tumbuhan kacang anda sontak mulai sejak rusak akibat serangan hama.

dengan menerapkan metode mengtasi hama untuk tumbuhan kacang panjang di atas maka anda mampu mengamankan tumbuhan kacang panjang anda.