fbpx

Metode Tanam Benih Padi Kabir 07 Agar Hasil Melimpah

10 April 2019 - Kategori Blog

Musim Tanam padi telah tiba, Kali ini kami akan berbagi cara tanam padi kabir 07. Semoga dengan artikel ini dapat membatu sahabat petani, terutama tani yang baru mulai menanam benih padi kabir 07 ini, agar menekan resiko yang tidak di harapkan.

Sesudah melewati proses penelitian dilapangan kurang lebih 3 kali musim tanam ternyata cara yang paling ampuh untuk memproduksi beras & gabah jenis padi galur lokal asal dari Aceh KABIR 07 yang bermutu dan berkualitas prima dapat menggunakan pupuk hayati K-LINK Bioboost dengan cara aplikasi yang benar dan tepat waktu serta dosisnya.

Dalam artikel ini kita akan memberikan Informasi cara menanam padi kabir 07 baik yang dibudidayakan dengan cara TAPIN (Tanam Pindah) maupun dengan cara TABELA (Tebar Benih Langsung). Ada 3 tips semoga dapat membantu teman-teman pertanian.

1. Lahan untuk menanam padi Kabir 07

Bersihkan sisa-sisa jerami padi yang sudah kering, jerami sebaiknya di benam di dalam tanah sampai membusuk kemudian lakukan pencangkulan pada pematang sawah untuk memperbaiki pematang-pematang rusak.

Brikan (Dolomit ) atau kapur pertanian sesuaikan dengan PH tanah, kemudian tebarkan pupuk kandang yang sudah difermentasi terlebih dahulu, ukuran 1 ton/ha tanah, lalu larutkan pupuk thayati K-LINK Bioboost dalam 100 liter air bersih (dosis ini untuk luas lahan 1 hektar).
bertujuan untuk mempersubur tanah. Lalu semprotkan/kocorkan larutan pupuk hayati K-LINK Bioboost tersebut secara merata ke permukaan tanah barulah kemudian lakukan pembajakan dan penggaruan tanah. Tutup pada bagian pembuangan air di lahan sawah, agar pupuk yang sudah di tebar tidak hanyut.

2. Pembibitan Padi KABIR 07

Perlu di perhatikan untuk pembibitan lagkah awal dengan cara yang baik dan benar, untuk luas lahan 1 hektar dibutuhkan 30 kg benih padi KABIR 07 apabila budidaya dilakukan dengan sistim TAPIN sedangkan untuk sistim TABELA dibutuhkan sebanyak 35 kg benih padi KABIR 07.

Satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah penggunaan benih padi unggul galur lokal KABIR 07 harus yang murni & steril.

Bagi teman teman yang bingun mencari benih padi Kabir 07 Alhamdulillah kami menyediakan, Janis benih padi Kabir 07 dan juga Sertani kami ready sobat bisa membelinnya di websinya kami di sumberplastik.co.id

Lanjut cara Pembibitan padi Kabir 07, Pertama Larutkan
500 ml pupuk hayati K-LINK Bioboost dalam 50 liter air bersih, diamkan dahulu selama 15 menit lalu rendamlah 30 kg atau 35 kg benih padi KABIR 07 itu ke dalam larutan tersebut selama 24 jam setelah itu angkat dan tiriskan.

Jangan buang air bekas resndaman padi, Sobat bisa siramkan di lahan persemaian. Selanjutnya benih padi tersebut diperam selama 24 jam lagi dengan cara dibungkus dengan daun pisang yang dilapisi karung.

Selanjutnya benih padi Kabir 07 siap di semai bisa menggunakan sistem TAPIN, atau di tebar langsung ke lahan jika menggunakan sistim budidaya padi secara TABELA

3. Penanaman & Perawatan Padi KABIR 07 secara TAPIN

Selanjutnya adalah Pembuatan persemaian dengan memperhatikan benih di persemaian ini, oleh karena itu harus memperhatikan persemaian agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai. 

Pemilihan lokasi pesemaian dengan tanah yang subur dan intensitas cahaya matahari sempurna. Buat bedengan dengan ukuran lebar 1 m, panjang 5 m, dan tinggi 20 cm. Untuk lahan seluas 1 hektar dibutuhkan 12 buah bedengan. Agar dapat terhindar dari serangan tikus, sebaiknya tempat persemaian dikelilingi pagar plastik.

Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 3 kg untuk 12 buah bedengan tersebut, yang perlu diperhatikan adalah waktu untuk pemberian pupuk NPK dan larutan pupuk hayati K-LINK Bioboost (bekas rendaman benih padi) ke lahan persemaian tidak boleh bersamaan, minimal ada interval jarak waktu selama 24 jam (1 hari).

Tebarkan benih padi yang telah direndam selama 24 jam dengan larutan pupuk hayati K-LINK Bioboost dan sudah diperam juga selama 24 jam dengan menggunakan daun pisang yang dilapisi karung itu tadi secara merata ke permukaan lahan persemaian di dalam bedengan dengan kepadatan 500 gram/meter persegi.

Lalu tutup dengan tanah setebal 1 cm, pada usia 10 hari semprotkan/kocor persemaian benih padi tersebut secara merata dengan larutan pupuk hayati K-LINK Bioboost, dosisnya yaitu 500 ml K-LINK Bioboost dilarutkan dalam 50 liter air bersih untuk penggunaan penyemprotan persemaian 30 kg benih padi itu.

Bibit padi KABIR 07 yang telah berumur 20 hari siap untuk di tanam. Sebelum ditanam, bibit yang telah dicabut direndam dalam larutan insektisida berbahan aktif karbofuran dengan konsentrasi 1 gr/ liter selama 2 jam. Daun bibit dibiarkan utuh, tidak dipotong seperti kebiasaan petani.

Pada saat penanaman lahan dalam kondisi macak-macak, tidak perlu tergenang air. Penanaman bibit padi KABIR – 07 dilakukan dengan jumlah 3 – 4 tanaman per titik tanam, dengan sistem Jajar Legowo 2 : 1 yang menggunakan jarak tanam 15 cm x 25 cm dan lebar barisan Legowo 50 cm.

Keuntungan penanaman dengan sistem ini adalah memberikan ruang yang cukup untuk pengaturan air dan mengoptimalkan cahaya matahari, pengendalian hama penyakit lebih mudah dan pemupukan lebih berdaya guna serta gabah yang dihasilkan nantinya akan bermutu dan berkualitas prima terutama jika hasil produksinya akan dijadikan benih kembali (Penangkaran Benih Padi).

Namun jika hasil produksinya hanya ingin dijadikan beras konsumsi saja maka kami sarankan menggunakan sistim Jajar Legowo 4 : 1 yang yang menggunakan jarak tanam 15 cm x 22 cm dan lebar barisan Legowo 40 cm maka akan menghasilkan jumlah produksi hasil panen gabah yang paling optimal.

Agar budidaya padi KABIR 07 ini dapat sukses sesuai dengan harapan maka perlu melakukan perawatan tanaman dengan sabar, teliti dan disiplin yaitu antara lain :

Penyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 2 minggu, pengendalian gulma dan pengairan serta sanitasi lahan yang meliputi penyiangan dan pencabutan tanaman yang terserang hama penyakit perlu dilakukan.

Penyiangan dilakukan 2 kali sebelum pemupukan kedua dan ketiga dengan cara mencabut gulma atau menggunakan alat gosrok/landak. Bila pertumbuhan gulma cukup cepat, maka penyiangan bisa dilakukan 3 kali.

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam pengairan budidaya padi KABIR 07 adalah pengaturan air agar tetap dalam kondisi macak-macak. Tinggi air tidak lebih dari 2 cm. Pengaturan air terus dilakukan sampai 10 hari menjelang panen.

Pupuk akar diberikan sebanyak 3 kali, pemupukan pertama pada umur 10 hari setelah tanam (HST) dengan dosis per hektar : Urea 40 kg, NPK – Phonska 50 kg, sp 50 kg dan dolomit 30 kg.

Pemupukan kedua dilakukan pada umur 25 HST menggunakan pupuk NPK – Phonska sebanyak 75 kg/ha dan urea sebanyak 60 kg/ha ditambah dolomit 40 kg/ha.

Pemupukan ketiga dilakukan pada umur 40 HST dengan menggunakan pupuk NPK – Phonska sebanyak 100 kg/ha ditambah dolomit 50 kg/ha.

Pada usia 15 hst semprotkan larutan pupuk hayati K-LINK Biobost ke tanaman padi KABIR 07 secara merata agar bisa memperbanyak anakan padi dengan dosis per hektar yaitu :

1 liter K-LINK Bioboost dilarutkan dalam 100 liter air bersih lalu pada usia 50 hst semprotkan lagi larutan pupuk hayati K-LINK Bioboost ke tanaman padi KABIR 07 secara merata dengan dosis 2 liter K-LINK Bioboost dilarutkan dalam 200 liter air bersih.

Untuk menyeragamkan agar malai padi bisa keluar serempak dilanjutkan dengan pemupukan phospat dan kalium tinggi menggunakan pupuk MKP dengan konsentrasi 4 gram/liter pada umur 55 hst agar malai yang terjepit daun bisa keluar secara merata.

Lalu pada usia 60 hst semprotkan pupuk Gandasil B dengan dosis 2 gram/liter untuk mendorong proses pengisian bulir padi KABIR 07 agar bisa penuh sampai pangkal.

Apabila malai padi sudah mulai keluar maka waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari (Jam 15:00 keatas) sebab kalau di pagi hari kelopak bulir padi sedang terbuka maka akan mengganggu proses penyerbukan.

Sekalipun tanaman dalam keadaan sehat maka aplikasi tambahan untuk perawatan padi KABIR 07 dengan sistim TAPIN berikut ini tetap harus dilakukan demi pencegahan terhadap serangan hama & penyakit yaitu :

Semua merek pestisida dapat digunakan sesuai kebiasaan dan kearifan lokal daerah masing-masing.

Selesai juga ahirnya pembahasan kita kali ini, Semoga dengan artikel ini dapat membatu sobat Pertanian Seluruh indonesia.

Bacajuga :

sumber referensi : kliktani.com

, , , ,