fbpx

1. Cara Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam Terpal

09 Januari 2020 - Kategori Blog

Cara Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam Terpal

Membudidayakan ikan lele merupakan salah satu wadah usaha di bidang perikanan yang masih banyak di minati sampai saat ini, bagaimana tidak karena memakai kolam terpal sangat mudah pengelolaannya, Teknologi di membudidayakan ikan lele juga semakin berkembang, Sehingga para peternak pun menjadi semakin mudah mengelola ternak ikan lele.

Membudidaya ikan lele juga tidak membutuhkan modal yang tinggi bahkan terbilang terjangkau.  Begitu pun dari segi pemasaran juga relative mudah. Dan untuk budidaya ikan lele juga tidak memakan lahan yang luas. Di lahan yang sempit pun bisa mendapatkan padat tebar tinggi dengan hasil panen yang sangat maksimal.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, bahkan system membudidayakan ikan lele juga turut berkembang. Sebelumnya banyak kendala yang dirasakan peternak ikan lele yang menggunakan system Autotrof (merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik yang dapat membuat makanan sendiri dengan bantuan energi seperti energi cahaya matahari dan kimia) yang dirasa kurang begitu menguntungkan karena memiliki kelemahan dan keterbatasan pakan, kini peternak ikan lele banyak yang beralih menggunakan system Heterof baca disini sebagai pengganti system autotroph. Dan salah satu penerapan dalam system heterof adalah menggunakan teknologi bioflok.

Apa Sih Teknologi Bioflok itu..?

Nah disini akan dijelaskan.. dilihat dari namanya yang merupakan gabungan dari kata “bios” yang berarti kehidupan dan “flock” yang berarti gumpalan, maka bioflok dapat diartikan juga kumpulan berbagai organisme seperti bakteri, protozoa, mikroalga, ragi dan lain sebagainya yang tergabung dalam gumpalan.

Dalam arti lainnya sendiri bioflok juga dapat diartikan sebagai gumpalan (flok) dari campuran berbagai mikroba (protozoa, plankton, fungi), polimen organic, partikel, kaiton dan koloid yang saling berinteraksi dengan sangat baik di dalam air.

Cara Budidaya Ikan Lele Menggunakan Kolam Terpal

Dari penjelasan di atas anda sudah mengetahui apa itu bioflok mulai dari pengertian hingga prinsip dasar bioflok, kini saatnya anda mengetahui bagaimana cara membudidayakan ikan lele menggunakan system bioflok menggunakan kolam terpal. Disini penulis akan menjelaskan secara ringkas cara budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal dan system bioflok yaitu, melewati beberapa tahap sebagai berikut :

1.Persiapan Kolam

Sebelum kita memulai untuk membudidayakan ikan lele.. kita harus mempersiapkan kolamnya dulu pastinya, sebagian peternak khususnya pemula masih bingung untuk mencari media atau kolam terpalnya dimana sekarang ini sudah tidak jamannya lagi untuk mencari kolam terpal, bisa membeli secara online, misalnya di toko online serperti Sumber plastik . yang menyediakan kolam terpal yang lengkap dan bisa custom ukuran sendiri

2.Mempersiapkan Air

Tahap selanjutnya yaitu mengisikan air ke dalam kolam terpal yang sudah Anda siapkan. Perlu diperhatikan bahwa untuk pengisian air pertama kali jangan terlalu penuh. Isi kolam terpal missal dengan ketinggian 20 – 40 cm untuk kolam terpal dengan ketinggian 1 meter. Tujuan pengisian air yang tidak terlalu banyak agar proses pembentukan bioflok dapat terjadi lebih cepat dan penyesuaian untuk kolam terpalnya dapat tertata.

Selain itu, karena ikan akan ditebar ke dalam kolam masih bibit yang berukuran kecil, maka pengisian air yang tidak terlalu dalam dapat menghindarkan bibir lele dari stress atau kematian karena belum mampu menahan tekanan air.

3.Penambahan Probiotik

Probiotik merupakan bibit bakteri pengurai zat organic yang akan menjadi flok protein dalam air kolam. Tambahkan probiotik dengan takaran 8 – 10ml/m3. Tambahkan molase, gula pasir, tetes tebu, gula batu dan juga gula aren kedalam kolam dengan takaran 50-100 ml/m3. Molase berfungsi sebagai bahan yang dapat merangsang pertumbuhan bakteri pengurai agar dapat berkembang secara lebih aktif.

Lakukan proses pengadukan secara terus – menerus selama beberapa hari dengan bantuan aerator. Proses ini dilakukan hingga air benar – benar matang dan sudah terdapat flok protein dalam air.

Beberapa hal yang mungkin terjadi pada ternak lele anda seperti kolam terlalu pekat atau nafsu makan ikan berkurang. Jika semua berjalan dengan lancar sesuai rencana, kemungkinan untuk memanen ikan dalam kurun waktu 2 bulan bisa saja terjadi.

Demikian cara budidaya lele menggunakan kolam terpal Bulat yang dapat kami sajikan. Silakan dipraktekkan. Untuk pemula atau peternak baru, bisa anda lakukan dengan memulainya seperti membuat 1 kolam terpal terlebih dahulu. Semangat terus jangan sampai putus asa. Kesuksesan berawal dari kegagalan. Jangan takut untuk belajar..

Baca juga : Manfaat Memakai Kolam Terpal

, , , ,