fbpx

BUDIDAYA TUMBUHAN KUBIS YANG BAIK DAN BENAR

05 Juni 2018 - Kategori Blog

Sampai waktu ini, stadium produksi tumbuhan kubis; (kol) baik dengan jumlah maupun mutu terus tergolong rendah. faktor ini lantaran diantaranya karena tanah sudah miskin komponen hara, perabukan yang tidak berimbang, organisme pengacau tumbuhan, udara pula cuaca. di bawah ini dijelaskan bagaimanakah metode budidaya kubis (kol) yang biasa dilakukan :

FASE PRA TANAM

1. Syarat tumbuh

  • tumbuhan mampu ditanam selama tahun
  • berkembang pula berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan lumayan juga suhu udara 15 – 20 derajat celcius.
  • tipe tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur mudah atau sarang dan ph 6 – 6, 5.

2. Pengurusan tanah pula air

  • Bersihkan gulma juga sisa-sisa tumbuhan guna menghimpit serangan penyakit tergiring tanah sebagaimana akar bonyok, busuk lunak, gugur semai, dan lain-lain. melalui metode dicabut juga dihimpun lantas dibakar atau bisa jadikan kompos
  • jangan sampai menanam tumbuhan kubis-kubisan dengan terus-terusan juga kerjakan pergiliran tanaman
  • gunakan pupuk organik ( nomor satu nasa ), paling utama di periode kemarau guna menaikkan efisiensi penggunaan air

3. Perencanaan lahan

  • tempat dicangkul juga dibajak sedalam 20-30 cm
  • Berikanlah dolomit atau captan kurang lebih 2 ton/ha kalau ph fase persemaian
  • sarana persemaian terdiri dari sintesis daerah juga pupuk kandang ( kompos ) halus dengan perbandingan 1:1
  • bibit direndam dalam air hangat sewaktu 0, 5 – jam lantas diangin-anginkan
  • Sebarkan bibit dengan saksama juga teratur lantas ditutup daun pisang sepanjang 3-4 hari
  • Kerjakan pendirusan setiap hari dengan gembor
  • Persemaian di buka setiap pagi hingga jam 10. 00 juga sore mulai sejak jam 15. 00
  • Amati benih kubis yang di serang penyakit tepung berbulu ( peronospora parasitica ) atau ulat daun terhadap daun pertama, dipetik juga dibuang daun yang terserang

FASE TANAM

1. Sela tanam

sela tanam jarang 70 X 50 cm atau retakan tanam rapat 60 X 50 cm

2. Benih

bibit yang di pakai mesti berasal dari bibit yang jelas mutu dann pabriknya maka tidak memunculkan permasalah di akhir Budidayanya dan hasilnya juag memuaskan. bibit yang di pakai dapat memakai Kubis F1 Grand 11, F1 Grand 22, F1 Balerina, F1 Summer Autumn, F1 Green Nova, F1 Green Coronet, F1 Giaty, F1 Investor, F1 Green Helmet. bibit yang ingin di tanam di semai bahkan dulu dan kala benih yang telah berumur 3 – 4 pekan memiliki 4 – 5 daun siap ditanam

3. Perabukan

Pupuk dasar diberikan 1 hari sebelum waktu tanam dengan dosis 250 kg/Ha TSP, 50 kg/Ha Urea, 175 kg/Ha Za masih 100 kg/Ha KCL, Pupuk Kandang repih 6 Ton / Ha dan Dolomit 2 Ton / Ha.
Pupuk basic digabung bersama sepatutnya lantas diberikan guna lubang taruh yg telah dikasih pupuk kandang, lantas ditutup lagi dgn tanah.

4. Kiat tanam

  • Bikin lubang timbun dgn tugal serasi antara tanam
  • menentukan bakal yg fresh masih sehat
  • taruh benih untuk lubang tanam
  • jika bakal disemai bagi bumbung daun pisang serta-merta ditanam simultan bumbungnya
  • seandainya benih disemai untuk polybag plastik, keuarkan anak cucu alamat polibag lantas baru ditanam
  • bila disemai dalam bedengan ambillah bakal beserta tanahnya lebih sedeng 2-3 centimeter permulaan batang sedalam 5 centimeter
  • bersama solet ( system putaran )
  • setelah ditanam, guyur keturunan dgn air hingga basah
  • Kubis mampu ditumpangsarikan bersama tomat melalui metode tancap : 2 garis kubis garis tomat. tomat ditanam 3 atau 4 pekan sebelum saat kubis

Fase pra penataan krop ( 0 – 49 hari )

  • pendirusan diselesaikan tiap-tiap hari ketika pagi atau senja hari
  • perabukan susulan diselesaikan pada usia 28 hari dengan standar 50 kg/ha urea, 175 kg/ha za juga 100 kg/ha kcl
  • Penyiangan (penggemburan terus pembubunan tanah) diselesaikan untuk usia 2 pun 4 minggu
  • Perempelan cabang atau tunas-tunas samping diselesaikan seawal kalau-kalau supaya pembenahan bunga optimal
  • Kerjakan pengamatan tiap-tiap pekan sekali terhadap hama-hama tersebut mulai sejak kubis usia 13 hari. populasi paling tinggi berjalan bagi awal masa kemarau
  • metode penanganan ; kumpulkan pula lenyap dengan mekanik, sanitasi lingkungan.
  • tumbuhan muda yang mati karena penyakit terbis kecambah ( rhizoctonia solani kuhn. ) dicabut, selanjutnya disulam dengan tumbuhan baru yang sehat, imbuhkan natural glio bagi lubang tanam.

Fase penataan crop ( 50 – 90 hari )

  • Penyiangan dengan instruktur dengan tangan perlu diselesaikan hingga kurang lebih 1 pekan sebelum disaat panen
  • Kerjakan pengamatan lebih intensif untuk hama yang menyebabkan kecacatan berat terhadap fase ini ialah ; ulat daun kubis ( p. xylostella ) pula ulat krop kubis ( c. binotalis ), biasanya pebruari – maret
  • Serangan hama menyambut panen tidak butuh dikendalikan ( dengan kimia )

HAMA TUMBUHAN KUBIS

A. Ulat daun (CP.xylostella)

. Ulat daun melahap bidang bawah daun maka tinggal epidemis bidang atas saja. Ulatnya kecil tampaknya 5 mm bercorak hijau.

. pengurusan bisa dilakukan dengan metode membawa ulat yang terdapat kepada tumbuhan kubis, setelah itu dipencet hingga mati. penggarapan dengan cara kimia bisa dilakukan jikalau ditemukan 5 ekor ulat/10 tumbuhan contoh.

B. Ulat Grayak (S.litura)

Ulat grayak pula menyerang kubis. Pengendaliannya sama dengan ulat daun.

C. Ulat Krop kubis (C. binotalis)

tidak jarang menyerang titik berkembang Ulatnya kecil bercorak hijau lebih besar berasal ulat daun, apabila diganggu agak enggan buat bergerak. tidak sama dengan ulat daun yang telurnya diletakkan dengan cara tersebar, ulat krop kubis mengutamakan telurnya dalam satu grup. pengurusan sama denganulat daun.

D. Ulat tanah (Agro Ipsilon)

Ulat bercorak hitam. isyarat kerusakan yang ditimbulkan merupakan terpotongnya tumbuhan kubis yang pula kecil. pengurusan sanggup dilakukan dengan membongkar tanah dengan cara berhati-hati di sekitar tumbuhan yang terpotong. kalau serangan tidak sedikit, sanggup dimanfaatkan Insektisida Biologis seperti TUREX yang dicampur dengan dedak.

PENYAKIT TUMBUHAN KUBIS

A. Akar gada atau akar bengkak.

Gejala :

(1) guna siang hari, tumbuhan nampak layu seperti kekurangan air, sebaliknya untuk tengah malam atau pagi hari daun terlihat segar kembali;

(2) tumbuhan cebol dan tidak bisa mebentuk bunga terlebih bisa mati;
(3) akar bengkak dan berlangsung bercak-bercak hitam.

Pengurusan :

(1) berikan perlakuan kepada bibit seperti penjelasan untuk pengemasan benih,
(2) menyemai bibit di tempat yang lepas wabah penyakit;
(3) lakukan pengapuran buat memasang pH;
(4) melepaskan tumbuhan yang mengalami penyakit;
(5) pergiliran tumbuhan dgn type yang tidak sefamili.

B. Rusak lunak berair

Gejala :

(1) pertumbuhan terhenti, membusuk dulu mati;
(2) jika menyerang batang, daun dapat menguning, layu dan rontok;
(3) seandainya menyerang daun, maka daun dapat membusuk dan berlendir;
(4) gejala lain terdapat rumbai-rumbai cendawan yang bercorak putih dan lama-kelamaan jadi hitam.

Penanganan :

(1) pakai isi buah pulih dan rotasi tumbuhan dengan tumbuhan yang tidak sejenis.
(2) pemberantasan dengan insektisida.

C. roboh ambruk kecambah (Damping off)

Gejala :

(1) bercak-bercak kebasahan bagi pangkal batang;
(2) pangkal batang rusak maka mengakibatkan batang jatuh dan gampang putus;
(3) menyerang tumbuhan di pesemaian, meskipun bisa terus menyerang tumbuhan di lahan.

pengurusan : perlakuan bibit sebelum ditanam, dan pergiliran tumbuhan dengan type tumbuhan tidak cuma kubis-kubisan. penggarapan mampu dilakukan dengan memanfaatkan ARASHI bersama skala 0.5 gr / Liter dengan metode di semprotkan disaat kubis di persemaian usia 15 Hari

FASE PANEN KUBIS

  • Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari
  • tanda kubis siap panen bila tepi daun krop terluar di sektor atas krop sudah membengkok ke luar juga berupa agak violet, krop sisi dalam sudah padat.
  • bagi disaat panen diikursertakan dua helai daun hijau menghasilkan perlindungan krop
  • jangan sampai pernah terjadi memar atau luka
  • Amati penyakit buruk lunak ( erwinia carotovora ) juga busuk hitam ( xanthomonas camprestris )
  • Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.

begitu pengalaman asal Budidaya tumbuhan kubis ini kami catat dan tuangkan jikalau. ada yang kurang jelas dan ada yang ingin konsultasi juga memerlukan bibit yang saya sebutkan tadi dan metode Budidayanya silahkan memghubungi toko Online https://sumberplastik.co.id/