fbpx

Budidaya Lele Bioflok dengan Kolam Terpal Bundar

06 Juli 2018 - Kategori Blog

Budidaya ikan lele merupakan salah satu budidaya di bidang perikanan yang terus berkembang sampai saat ini. dikarenakan teknologi budidaya lele yang sekarang lebih realtif mudah di kuasai masyarakat.

Selain itu untuk pemasaran dan modal yang dikeluarkan juga realtif rendah serta bisa dibudidayakan lagi di lahan yang sempit dengan padat tebar tinggi.

Beberapa tahun kebelakang sistem yang digunakan oleh masyarakat dalam budidaya lele adalah sistem autotrof. Namun ternyata cara itu mempunyai kelemahan yaitu keterbatasan dalam pemanfaatan limbah budidaya.

Untuk mengatasi masalah ini, hadirlah sistem baru yang lebih efisien yaitu sistem heterotof. Salah satu penerapan yang dimana dalam sistem ini adalah dengan menggunkan teknologi bioflok.

Pengertian Teknologi Bioflok

Bioflok bisa diartikan sebagai gumpalan ( flok ) dari berbagai campuran heterogen mikroba ( plankton, protozoa, fungi ), partikel, polimen organik, koloid dan kaiton yang saling berinteraksi dengan sangat baik di dalam air.

Prinsip Dasar Sistem Bioflok

Prinsip dasar dari sistem bioflok ini adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang di dalamnya berisi senyawa karbon ( C), Oksigen (O), Hidrogen (H), Nitrogen (N) menjadi massa slugde berbentuk bioflok dengan cara memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan/flok yang mengubah biopolymer sebagai bioflok.

Dalam penerapannya dimana budidaya perairan tersebut bisa membatu mengatasi masalah dalam hal budidaya lele, teknologi bioflok memanfaatkan nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik yang tidak beracun.

Nah, nitrogen yang sudah diubah ini bisa digunakan untuk pakan lele, sehingga lebih hemat biaya dan efisien.

Cara Budidaya Lele Bioflok dengan Kolam Terpal Bundar

Setelah kamu mengetahui semua apa itu sistem bioflok, kini saatnya menambah pengetahuan kamu tentang cara bagaimana budidaya lele menggunakan sistem bioflok.

Tutorial Perakitan Kolam Terpal Bundar

Kolam terpal adalah sebuah inovasi media budidaya ikan terbaru yang kini sedang ramai dibicarakan dan diaplikasikan oleh para pemiliki budidaya ikan tawar di Indonesia. Kolam terpal digunakan untuk pengaplikasian sistem budidaya biofloc pada berbagai macam ikan tawar. Kolam ini sangat cocok untuk berbagai sistem pemelihaaraan ikan baik itu sistem BIOFLOC, RWS /Red Water System, NWS /Natural Water System, Booster dll.

Keuntungan dengan sistem kolam bulat: – Praktis dapat ditempatkan dimana saja – Lebih murah dari kolam beton atau konvensional – Efisien dalam perawatan kolam dan pemanenan yang sangat mudah – Sistem budidaya yang baik, bersih dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Alat dan bahan dalam membuat kolam terpal bundar

  1. Tarpaulin (Terpal Karet) bentuk bundar dengan diameter 1,5 meter Merk ORCHID
  2. Karet Protector terpal dengan ketebalan 1 mm, dengan spek lebar 1,05 meter dan panjang 5,4 meter
  3. Pipa paralon ukuran 2 dim digunakan untuk drainase
  4. Wire Mess untuk rangka dengan ukuran 6 mm, Lebar 1,05 meter dan Panjang 5,4 meter
  5. FIlter drain 2 dim
  6. Kawat dan Kabel Ties


Cara pembuatan kolam terpal bundar

Bisa dilihat tutorial vidio dibawah ini :

Kelebihan Kolam Bundal Terpal :

  1. Kolam terpal tidak membutuhkan banyak air
  2. Suhu air di dalam kolam terpal lebih stabil
  3. Ikan kolam terpal tidak berbau tanah
  4. Panen lebih mudah
  5. Pemeliharaan kolam terpal lebih cepat dan mudah
  6. Padat tebar benih ikan lebih tinggi; kanibalisme menurun
  7. Menurunkan kemungkinan adanya hama dan penyakit
  8. Kelangsungan Hidup ikan lebih tinggi

, , , , , , , ,