fbpx

7 Metode Menanam Sayur Genjer Yang Sempurna Hingga Panen

04 Oktober 2018 - Kategori Blog

Sayuran yakni salah satu komoditi pertanian yang selalu dibudidayakan mengingat tingginya permintaan akan sayuran. terhadap biasanya budidya sayuran dilakukan guna dataran tinggi di mana temperatur dingin disana juga kandungan komponen hara yang baik membuat tumbuhan sayur berkembang baik dengan penampilan warna yang segar.

walau begitu buan berarti dataran rendah tidak dapat membuahkan produk sayuran. Ada beberapa type sayur dataran rendah seperti kacang panjang, terong, kangkung, bayam dll. Mereka biasa dibudidayakan di ladang atau lahan tuntas air.

Tapi tahukah anda bahwa nyatanya ada tipe sayuran dataran rendah yang apalagi cocoknya dibudidayakan di daerah berair seperti sawah atau pinggir rawa. Namanya yaitu sayur genjer. sesungguhnya tumbuhan genjer ini dapat dinamakan tumbuhan liar lantaran memang dia banyak ditemukan berkembang liar di areal sawah atau rawa pinggir pantai paling utama di Pulau Jawa.

penduduk mulai memanfaatkannya juga sebagai sayuran sesudah mengerti bahwa rasanya amat sangat enak saat ditumis. Sayur genjer pula didapati mengandung nilai zat makanan yang tinggi layaknya sayuran yang lain. Oleh lantaran itu tidak hanya dimakan, sekarang ini petani mulai membudidayakan genjer buat dijual.

semua penanam biasa menggunakan dikala sesudah panen padi guna mengembangbiakkan genjer daripada sawah mereka dibiarkan kosong. ketika panen genjer pula tergolong singkat maka meminimalisir anggaran tanam. Nah, berikut ini kami bakal membahas tentang metode menanam sayur genjer yang baik supaya jadi menginspirasi sejumlah petani Indonesia dalam memaksimalkan lahan sawah merk. metode menanam sayur genjer yaitu sebagai berikut.

1. Perencanaan Lahan

Sekali lagi kami tegaskan bahwa genjer memerlukan lahan basah seperti sawah dan tidak sesuai guna ditanam dilahan garing seperti ladang atau sawah yang telah garing. Lahan yang baik yakni sesudah panen padi di mana jeraminya mampu digunakan sebagai pupuk alami. anda tidak butuh membuat bedengan atau membajak sawah anda. cukup jalankan penyiangan rumput dan gulma dengan menggunakan herbisida supaya lebih cepat dan optimal.

Tentu bakal lebih baik lagi kalau anda ingin menambahkan pupuk organik seperti kotoran binatang atau kompos dengan menaburkannya merata ke areal persawahan anda. Semprotkan pula EM4 supaya kompos cepat terurai dengan sempurna.

2. Pembenihan Genjer

anda tidak butuh berbelanja benih genjer lantaran anda dapat mencarinya sendiri anakan genjer yang berkembang liar di alam dengan jalan mencabuti anakan genjer beserta akarnya. Genjer sendiri sesungguhnya mampu dibudidayakan melalui bijinya namun metode yang pertama jauh lebih cepat buat diterapkan mengingat genjernya telah tumbuh.

anda tidak mesti mengumpulkan anakan genjer yang seukuran lantaran nantinya genjer bakal berkembang dan mengahasilkan banyak anakan disekitarnya sama seperti padi. Anakan genjer dikumpulkan guna wadah berisi sedikit air supaya menjaganya terus segar.

3. Penanaman benih Genjer

benih genjer mampu langsung anda tanam dilahan pada pagi atau senja hari. Tapi anda mampu memacu pertumbuhannya jauh lebih pesat jikalau anda menyemprotkan zpt auksin guna daun atau mengkombinasikan sedikit zppt auksin guna air rendaman akar genjer.

sesudah itu anakan genjer ditanamkan di lahan dengan celah kurang lebih 20-30 cm. Biarkan anakan genjer beradaptasi dengan zona baru sampai anda menyaksikan bertambahnya takaran daun anakan yang memberitahukan akar genjer telah tersebar.

4. irigasi tumbuhan Genjer

irigasi yang dimaksud disini yaitu mengatur kebasahan lahan sawah anda. Genjer terus dapat berkembang kalau lumpur sawh masih lunak dan tidak garing keras. umumnya kepada periode kemarau air dapat surut dan lumpur mulai mengeras akibat temperatur panas dan menguapnya air didalam lumpur. guna keadaan ini anda butuh jalankan pengairan cepat supaya lumpur kembali lunak.

sedangkan, untuk masa penghujan air amat sangat melimpah dan menyirami sawah. pada kejadian seperti ini anda mesti mengatur aliran pengairan supaya air dapat tuntas dan tidak menenggelamkan tumbuhan genjer anda. Air yang mengairi lahan sawah pula berpotensi menghanyutkan banyak komponen hara dalam lumpur akibat terbawa aliran air.

5. metode menanggulangi Hama tumbuhan Genjer

Hama utama yang melahap genjer yaitu keong sawah. apabila tidak ada tumbuhan padi atau rumput disekitarnya, maka automatic mereka dapat melahap daun genjer dan bertelur dibatang atau daun genjer yang sifatnya memang kedap air. buat itu hama keong sawah butuh dibasmi.

metode mengatasinya anda sanggup dengan memunguti langsung keong sawah dan telurnya lalu memanfaatkannya buat pakan ikan atau bebek. metode ke-2 yaitu dengan memakai moluskisida sebar disela-sela lahan tanam maka keong sawah bakal mati dengan sendirinya.

Hama yang seterusnya yaitu ulat. Ini tidak jarang menyosor bila anda kurang membersihkan lahan tanam genjer anda sehingga dipenuhi gulma. guna mengatasinya cukup dengan penyiangan dan memakai insektisida alami seperti daun sirsak dan mimba.

6. perabukan Susulan tumbuhan Genjer

walau dengan cara alami genjer mampu berkembang dengan baik tanpa perabukan, namun dalam budidaya kita tentu menginginkan hasil yang lebih optimal. untuk itulah anda dapat melaksanakan perabukan susulan buat tumbuhan genjer anda. Pupuk yang difungsikan dapat npk sebar atau organik sebar lalu ZPT Auksin buat memacu pertumbuhan genjer sesudah dipanen.

7. Panen Genjer

Panen genjer sebaiknya tidak terlampaui tua sebab rasanya lebih enak waktu lagi muda dan segar. jadi langsung petik daun beserta batang tangkainya yang lagi umur tanggung ditandai dengan warna pula hijau cerah muda( dan bukan hijau gelap tua. dengan adanya zpt auksin anda sanggup laksanakan panen genjer kurang lebih 3-5 hari sekali.

Demikianlah susunan metode menanam sayur genjer yang benar. walau belum demikian terkenal, padahal di harapkan sayur genjer ini dapat pula dikembangkan jadi tumbuhan budidaya yang bisa menolong kesejahteraan petani. Salam budidaya.

, , ,