fbpx

4 Selang Irigasi Terbaik Untuk Irigasi Pertanian

26 Maret 2019 - Kategori Blog

Irigasi yaitu suatu alternatif trik pengairan lahan tadah hujan terhadap periode kemarau. waktu ini, pembangunan irigasi buat lahan pertanian sedang gencar dilakukan utk menopang meningkatkan produksi hasil. Dengan adanya irigasi, lahan tak lagi mengandalkan hujan yg tak menentu waktunya. Ada tidak sedikit tipe irigasi & masing-masing dapat memberikan kebutuhan air dgn cara yg berbeda.

Masing-masing tipe irigasi membutuhkan syarat pengelolaan yg spesifik. Kriteria kesesuaian lokasi dari masing-masing kategori irigasi pula berbeda. terkecuali itu, jenis tanaman yg dibudidayakan pun menentukan pemilihan teknik irigasi yang dapat diterapkan. jenis tanaman yg diusahakan sebaiknya tanaman yg bernilai ekonomi tinggi, sebab biasanya pelaksanaan irigasi membutuhkan budget yg lumayan tinggi.

Jenis Sistem Irigasi yang Sering di Gunakan

 

1.Surface irrigation (Irigasi Permukaan)

Irigasi permukaan yakni aplikasi irigasi dengan trick mendistribusikan air ke lahan pertanian dgn memakai gravitasi atau membiarkan air mengalir dengan sendirinya di lahan. jenis irigasi ini yakni trik yg paling banyak diperlukan petani. Pemberian air mampu dilakukan dengan mengalirkan di antara bedengan agar lebih efektif. Pemberian air kebanyakan serta dilakukan bersama menggenangi lahan dgn air hingga ketinggian tertentu.

Irigasi permukaan cocok difungsikan terhadap tanah yg bertekstur halus hingga sedang. utk tanah bertekstur kasar bakal susah mengaplikasikan system ini dikarenakan sebahagian besar air dapat hilang terhadap saluran dan yang berupa penggenangan tepat diterapkan terhadap daerah dengan topografi relatif datar agar pemberian air sanggup merata terhadap areal pertanaman.

2. Sprinkler irrigation (Irigasi Curah)

Irigasi curah ialah trik irigasi dengan menyemprotkan air ke udara dan seterusnya air jatuh ke permukaan tanah seperti air hujan. maksud dari cara ini yaitu biar air bisa diberikan dengan cara merata & efisien terhadap areal pertanaman, dgn jumlah & kecepatan penyiraman kurang atau sama dgn laju infiltrasi. dengan begitu dalam proses pemberian air tak berjalan kehilangan air dalam wujud limpasan.

Sistim irigasi curah cocok pada daerah di mana kecepatan angin tak terlampaui besar, yg menyebabkan sebahagian air yg diberikan hilang lewat evaporasi. dgn begitu efisiensi pemakaian air irigasi yg lebih tinggi mampu dicapai. Jumlah air irigasi yg diaplikasikan terhadap system irigasi curah akan bervariasi cocok dgn tekstur tanah & kedalaman akar tanaman.

3. Irigasi Mikro atau Irigasi Tetes

Irigasi tetes yaitu cara pemberian air pada tanaman dengan cara langsung, baik pada permukaan tanah ataupun di dalam tanah lewat tetesan dengan cara sinambung & perlahan pada tanah di dekat tumbuhan. alat pengeluaran air terhadap system irigasi tetes dinamakan emiter atau penetes. sesudah keluar dari penetes (emiter), air menyebar ke dalam profil tanah dengan cara horizontal ataupun vertikal akibat gaya kapilaritas & gravitasi

Irigasi tetes tepat buat tanah yg tak terlalu kering. Luas daerah yg diairi tergantung pada besar nya debit keluaran & interval, struktur & tekstur tanah, kelembaban tanah, serta permeabilitas tanah. trick ini bertujuan utk menggunakan air dalam jumlah terbatas dalam budidaya tanaman sayur di lahan kering.

4. Irigasi Bawah Permukaan (Sub-surface irrigation)

Sistim irigasi bawah permukaan yakni salah satu wujud dari irigasi mikro, tapi jaringan atau sarana irigasinya diletakkan di bawah permukaan tanah. Irigasi ini mampu berupa pipa-pipa semen dgn diameter 10 centimeter & tebal dinding 1 senti meter yg disambung-sambung.

Sistim irigasi bawah permukaan lebih serasi diterapkan terhadap daerah dgn tekstur tanah sedang sampai kasar, supaya tak sering terjadi penyumbatan pada lubang-lubang area keluarnya air. tidak cuma itu, kadar garam tanah yg rendah pula dibutuhkan buat kategori irigasi ini, dgn begitu target pengairan buat mengairi cepat terhadap sasaran akar tanaman mampu di raih dengan efektif.

Jenis Selang Irigasi Terbaik Untuk Pertanian

1. Selang Terpal

Selang dengan bahan terpal biasa di gunakan untuk sistem irigasi Surface irrigation Irigasi Permukaan membiarkan air mengalir ke seluruh permukaan tanah atau lahan sawah, jenis selang ini sering di gunakan petani untuk irigasi tanaman padi, jagung, cabai dll. mendiamkan air mengalir pada area sawah dengan ketinggian tertentu, selang terpal sangat awet dan tahan lama bisa di gunakan 2-3 tahun pemakaian.

2. Selang karet

Selang karet merupakan selang irigasi dengan bahan karet dan serat nylon, selang ini hampir sama dengan selang terpal, namun yang membedakan hanya pada bahan dan juga kualitas. Selang dengan Bahan karet mampu menahan tekanan hingga 4 bar, Biasa di gunakan oleh pemadam kebakaran untuk meyambungkan pompa ke selang induk.

3. Selang Drip

Selang drip atau biasa di sebut selang Rivuis merupakan selang berbahan plastik PE biasa di gunakan para petani untuk irigasi sistem irigasi Mikro atau Irigasi Tetes selang ini sangat cocok di gunakan untuk irigasi sistem Fertigasi seperti tanaman sayuran cabai, tomat, dan juga sawit.
banyak kelebihan menggunakan sistem tetes karena air akan menetes pada titik tanaman, dan juga bisa menambahkan nutrisi pada saat irigasi.

4. Selang LDPE

Jenis selang ini adalah selang dengan bahan karet, biasa di gunakan untuk sistem irigasi Sprinkler irrigation (Irigasi Curah), selang ini mampu menahan tekanan tinggi hingga 3 bar. Para petani sering menggukan untuk irigasi tanaman bawang, durian, dll. biasa di gunakan di area yang kerinng, seperti di lereng pegunungan.

 

Selasai juga ahirnya pembahasan kita mengenai selang irigasi, semuanya tergantung pilihan sobat mau pilih selang irigasi model apapun semua tergantung dari tanaman yang sobat tanam.Jika sobat pertanian masih bingung bisa konsultasi dengan kami di nomor yang ada di website kam.  Trimakasih Semoga Bermanfaat

, , , , , , , , ,